Happy 24!
Terima kasih Tuhan! aku masih diberikan kesempatan menatap biru langitMu, merasakan hangat pagiMu, dan larut dalam syahdunya malamMu hingga hari ini. Hari yang menandai genapnya anugerahMu kunikmati selama 24 tahun. Terima kasih yang sangat istimewa untuk kedua orang tuaku tercinta, istri tersayang, anak-anakku yang lucu, juga kepada teman-teman semuanya yang telah mengajari banyak hal akan kehidupan
Fakin iPod
Ada 3 orang pecandu iPod disekitar saya. Dan sepertinya segala macam keturunan kotak mungil nan menyebalkan bernama iPod itu ada. Dari bapaknya iPod Shuffle, kakaknya iPod Nano, adiknya iPod U2 ... Lalu mulailah kami berdiskusi…
iPod #1: Ndra, ngeburn CD Audio pake speed brapa ya?
Saya: 2x aja biar bagus
iPod #1: Haaa? Hee brapa ndra?
Saya: budek!!
iPod #2: Gue mo ke warung, lu titip apa?
Saya: Rokok Clas Mild aja
iPod #2: Haaa? Hee? titip gak?
Saya: budeek!!
iPod #3: *titulalilalet* Halow, Nia ada?
Nia: Iya, ni gue.
iPod #3: Haaa? Hee? bisa bicara dengan Nia?
Nia: budeeek!!
Hidup diantara Padi
Kadang saya ndak menyangka kalo temen-temen saya di liga Kobamtama (baca: amatmabok) adalah orang-orang berbakat. Mereka tampak biasa-biasa saja, pun gaya bicaranya juga biasa-biasa saja. Belum pernah sekalipun saya mendengar kalimat yang tinggi dari mereka apalagi hanya untuk merendahkan orang lain. Sungguh kesederhanaan yang luar biasa. Tapi dibalik itu mereka adalah jagoan 3D, fotografer, atlet, drummer, dan banyak lagi. Tak jarang dari mereka sering mengubah hal kecil menjadi indah. Mulai dari rangkaian kalimat, pembawaan yang tenang, sentuhan mereka terhadap sesuatu, hingga ekspresi mereka saat mendengarkan lawan bicara. Saya salut sekali dengan kemampuan mereka, terutama dari "inner-handsome" mereka (yah mereka cowok sih)
Senang sekali deh kalo bisa ngumpul-ngumpul. Rasanya pengen setiap hari ngumpul terus. Dari mereka saya bisa mendapat banyak sekali ilmu dan hal baru yang belum saya tahu. Seperti halnya pada suatu malam saat saya berkumpul dengan mereka. Saya sengaja membawa kamera digital, yang jujur saja sangat jarang saya sentuh karena memang tak tahu cara menggunakannya dengan baik.
Ternyata wow! saya mendapat sesuatu pelajaran yang baru dari mereka. Meski sederhana, itu sangat berarti bagi saya. Dan mungkin untuk selamanya akan selalu saya ingat. Ingin rasanya terus bertanya, tapi ah... saya menghargai privasi mereka.
Masih terkenang di kepala saya, saat memegang kamera film SLR pertama kalinya. Orang-orang disekitar saya justru mempermasalahkan merk, dan hal-hal lain yang sifatnya sebatas peralatan. Meski saya bodoh, tapi saat itu saya paham akan hasil yang bagus dan tidak. Dan kenyataannya, seringkali mereka yang gembar-gembor tak karuan itu buah tangannya tak sesuai perkataannya.
Saya jadi bertanya-tanya dalam hati. Apa sih yang membedakan teman-teman saya ini dengan wannabe ato para tong kosong yang seringkali berkoar-koar untuk mendapatkan aktualisasi diri dari orang lain. Dan ohh... ternyata, salah satunya adalah The Art of Listening atau ilmu mendengarkan secara aktif.
Epictetus, seorang filosof Yunani mengungkapkan:
Kita dianugerahi satu lidah dan dua telinga agar kita mampu mendengar lebih banyak daripada bicara.
Cerita dan Derita Mudik
Tapi gundah itu seketika hilang saat berbaring di kursi nomor 30E pesawat Boeing milik Lion Air yang konon baru dari pabrik itu. Huhu.. pramugari Lion Air yang mampu membuat para pria bolak-balik membaca iklan Mak Erot di koran ituh, duduk berhadapan persis di depan saya. Wauw.. badan no-fat-attached dan belahan rok yang agak kelewatan menjadi hiburan pribadi saya selama penerbangan. Auhh saya tak kuasa memandanginya...
Hebat
Saya sempet bengong... antara mikir dan heran. Nahh kalo saya ke luar kota ato ke luar negeri, apa bisa ya sebanyak itu orang yang nganterin?
Artinya, si calon TKI itu pasti bener-bener asik orangnya. Ato bisa jadi udah dianggep anak sendiri ama kerabatnya. Ampe pada nangis-nangis deh saat lambaian tangan terakhir. Ada yang baca doa, ada yg tepuk tangan..
Pikiran terakhir yang ada di otak saya saat lihat solidaritas mereka yang langka: HEBAT!
Pertanyaan nih:
Seinget kamu, berapa jumlah orang terbanyak yang ikut nganterin kamu saat bepergian?

