Waktu Begitu Lamban
Sep
15
2007
"Aku tak tahu alasan sang waktu untuk melambat kala sekelilingku saling berpacu mengejar asa... haruskah ku tetap terduduk dan terdiam?"
Kapan Mengenalkan Video Game ke Anak?
Sep
03
2007
Bermain video game memang menyenangkan. Selain menghibur, mesin game itu juga mampu mengajak kita berfantasi dan berimajinasi. Namun, jangan terburu-buru mengenalkan video game ke anak-anak meski harganya kini sudah relatif terjangkau. Apa sebab?
Demam Berdarah
Jun
16
2007
Belakangan ini di Bali emang lagi musim penyakit demam berdarah atau Dengue Fever. Gigitan nyamuk aedes aegypti ini bikin saya terkapar cukup lama di rumah sakit. Awal mulanya sih cuma meriang-meriang seperti mau sakit panas biasa. Dan malamnya badan serasa kedinginan, akibat suhu tubuh yang tinggi. Pusing, juga mata serasa mblosok ke dalam.
Saya ndak yakin kena DB. Saya pun periksa darah di lab, hasilnya trombosit dalam darah memang menurun. Pada pemeriksaan pertama, trombosit saya 161. Tipis diatas kadar minimum yaitu 150. Besoknya, saya kembali cek darah atas saran dokter dan trombosit saya turun lagi ke angka 140. Dokter pun mengharuskan saya untuk rawat inap agar kondisi saya tak semakin parah.
Saya ndak yakin kena DB. Saya pun periksa darah di lab, hasilnya trombosit dalam darah memang menurun. Pada pemeriksaan pertama, trombosit saya 161. Tipis diatas kadar minimum yaitu 150. Besoknya, saya kembali cek darah atas saran dokter dan trombosit saya turun lagi ke angka 140. Dokter pun mengharuskan saya untuk rawat inap agar kondisi saya tak semakin parah.
• Category: Family Friends • •
Comments: 1
Namanya Larasati
May
05
2007

Namanya, Ni Nyoman Adina Larasati. Kakak-kakaknya udah pada manggil dengan sebutan 'dik Komang.
Kalo di Bali, Komang (Nyoman) adalah panggilan akrab untuk anak ke-3.
Kelihatannya kakaknya senang sekali nih punya adik baru. Heheh..
• Category: Family Friends • •
Comments: 12
Kisah Gelas Kertas
Apr
25
2007
...
Bahkan untuk membuatnya bercerita sekalipun, butuh berliter-liter alkohol menyusup relung raganya. Akhirnya setelah belasan angkatan gelas kertas itu, matanya menyipit, pelipisnya seperti terjepit, dan mulailah ia bicara. Bicara tentang apa saja. Bicara tentang apa yang ia lihat dan alami selama ini.
Dengan nada bicara yang tetap santun, ia terus saja melanjutkan pembicaraannya. Tentang ideologi, imajinasi, kapitalisasi, dan semua kerancuan hidup yang ia rasakan. Kita lalui malam hingga adzan subuh menyeruak baris-baris kata yang hilir-mudik dari mulut kami. Hingga orang-orang lalu-lalang memulai hari dan menganggap kami adalah sekumpulan remaja bodoh tergeletak di pinggir jalan.
Satu kias tertera di kepalaku. Orang ini tak biasa. Pembawaannya begitu tenang, bahkan lantunan ucapan pun begitu terpilih. Tak ada kalimat yang lebih tepat untuknya. Saya senang mengenalmu!
Kita punya cara lain untuk saling mengenal. Meski dengan cara yang tak lazim. Cara yang konon, jauh dari label halal, tak bermartabat, dan masih banyak umpatan lain. Tapi bagi kami, setiap orang memiliki kepalsuan yang tak mudah tuk dibuka. Dan kini, kita sudah saling mengenal.
It's good to have a good friend like you...
Bahkan untuk membuatnya bercerita sekalipun, butuh berliter-liter alkohol menyusup relung raganya. Akhirnya setelah belasan angkatan gelas kertas itu, matanya menyipit, pelipisnya seperti terjepit, dan mulailah ia bicara. Bicara tentang apa saja. Bicara tentang apa yang ia lihat dan alami selama ini.
Dengan nada bicara yang tetap santun, ia terus saja melanjutkan pembicaraannya. Tentang ideologi, imajinasi, kapitalisasi, dan semua kerancuan hidup yang ia rasakan. Kita lalui malam hingga adzan subuh menyeruak baris-baris kata yang hilir-mudik dari mulut kami. Hingga orang-orang lalu-lalang memulai hari dan menganggap kami adalah sekumpulan remaja bodoh tergeletak di pinggir jalan.
Satu kias tertera di kepalaku. Orang ini tak biasa. Pembawaannya begitu tenang, bahkan lantunan ucapan pun begitu terpilih. Tak ada kalimat yang lebih tepat untuknya. Saya senang mengenalmu!
Kita punya cara lain untuk saling mengenal. Meski dengan cara yang tak lazim. Cara yang konon, jauh dari label halal, tak bermartabat, dan masih banyak umpatan lain. Tapi bagi kami, setiap orang memiliki kepalsuan yang tak mudah tuk dibuka. Dan kini, kita sudah saling mengenal.
It's good to have a good friend like you...


