Hello.

Kisah Gelas Kertas

Category: Family Friends - Tags: Story
Apr 25 2007
...
Bahkan untuk membuatnya bercerita sekalipun, butuh berliter-liter alkohol menyusup relung raganya. Akhirnya setelah belasan angkatan gelas kertas itu, matanya menyipit, pelipisnya seperti terjepit, dan mulailah ia bicara. Bicara tentang apa saja. Bicara tentang apa yang ia lihat dan alami selama ini.

Dengan nada bicara yang tetap santun, ia terus saja melanjutkan pembicaraannya. Tentang ideologi, imajinasi, kapitalisasi, dan semua kerancuan hidup yang ia rasakan. Kita lalui malam hingga adzan subuh menyeruak baris-baris kata yang hilir-mudik dari mulut kami. Hingga orang-orang lalu-lalang memulai hari dan menganggap kami adalah sekumpulan remaja bodoh tergeletak di pinggir jalan.

Satu kias tertera di kepalaku. Orang ini tak biasa. Pembawaannya begitu tenang, bahkan lantunan ucapan pun begitu terpilih. Tak ada kalimat yang lebih tepat untuknya. Saya senang mengenalmu!

Kita punya cara lain untuk saling mengenal. Meski dengan cara yang tak lazim. Cara yang konon, jauh dari label halal, tak bermartabat, dan masih banyak umpatan lain. Tapi bagi kami, setiap orang memiliki kepalsuan yang tak mudah tuk dibuka. Dan kini, kita sudah saling mengenal.

It's good to have a good friend like you...

Comments

Heru Wibowo
Thursday, 26 April 2007 18:02
kok jadi puitis gitu???
alih profesi pujangga??? neutral.pn
biggrin.pn biggrin.pn biggrin.pn
madewira
Friday, 27 April 2007 07:27
maklum mas....... lagi puber

lol.pn

Add Comment