Demam Berdarah
Category: Family Friends -
Jun
16
2007
Belakangan ini di Bali emang lagi musim penyakit demam berdarah atau Dengue Fever. Gigitan nyamuk aedes aegypti ini bikin saya terkapar cukup lama di rumah sakit. Awal mulanya sih cuma meriang-meriang seperti mau sakit panas biasa. Dan malamnya badan serasa kedinginan, akibat suhu tubuh yang tinggi. Pusing, juga mata serasa mblosok ke dalam.
Saya ndak yakin kena DB. Saya pun periksa darah di lab, hasilnya trombosit dalam darah memang menurun. Pada pemeriksaan pertama, trombosit saya 161. Tipis diatas kadar minimum yaitu 150. Besoknya, saya kembali cek darah atas saran dokter dan trombosit saya turun lagi ke angka 140. Dokter pun mengharuskan saya untuk rawat inap agar kondisi saya tak semakin parah. Beberapa rumah sakit saya datangi, dan rata2 penuh terisi pasien semua. Akhirnya saya dirawat di paviliun baru RS. Sanglah, Denpasar yang namanya cukup bikin ketar-ketir dompet: Wing International. Ternyata di Wing, sedikit lebih murah dibandingkan rumah sakit yang saya datangi sebelumnya. Perawatnya pun ramah. Wah.. keramahan para perawat bikin senang hati. Apalagi suasananya tak segaduh lainnya.
Dokter menyarankan agar banyak minum dan makan untuk menekan laju perkembangan virus DB. Di hari ketiga saya dirawat, kondisi saya sudah baikan. Jus jambu konon bisa meningkatkan produksi trombosit darah. Selain jus jambu, ada juga buah angkak. Saya tak tahu buah apa ini... bentuknya kecil2 berwarna merah gelap. Buah ini dapat diperoleh di toko obat tradisional dalam bungkusan 500gr dan yang diminum adalah air rebusannya. Rasanya aneh.. pahit mirip karbon.
Di hari keenam saya dirawat, dokter menyatakan saya boleh pulang. Waah senang sekali rasanya bisa kembali beraktivitas
Terima kasih Tuhan, Mamma, dan semua keluarga yang sudah saya repotkan.
Ternyata kesehatan itu sangat berharga.. hiks
Saya ndak yakin kena DB. Saya pun periksa darah di lab, hasilnya trombosit dalam darah memang menurun. Pada pemeriksaan pertama, trombosit saya 161. Tipis diatas kadar minimum yaitu 150. Besoknya, saya kembali cek darah atas saran dokter dan trombosit saya turun lagi ke angka 140. Dokter pun mengharuskan saya untuk rawat inap agar kondisi saya tak semakin parah. Beberapa rumah sakit saya datangi, dan rata2 penuh terisi pasien semua. Akhirnya saya dirawat di paviliun baru RS. Sanglah, Denpasar yang namanya cukup bikin ketar-ketir dompet: Wing International. Ternyata di Wing, sedikit lebih murah dibandingkan rumah sakit yang saya datangi sebelumnya. Perawatnya pun ramah. Wah.. keramahan para perawat bikin senang hati. Apalagi suasananya tak segaduh lainnya.
Dokter menyarankan agar banyak minum dan makan untuk menekan laju perkembangan virus DB. Di hari ketiga saya dirawat, kondisi saya sudah baikan. Jus jambu konon bisa meningkatkan produksi trombosit darah. Selain jus jambu, ada juga buah angkak. Saya tak tahu buah apa ini... bentuknya kecil2 berwarna merah gelap. Buah ini dapat diperoleh di toko obat tradisional dalam bungkusan 500gr dan yang diminum adalah air rebusannya. Rasanya aneh.. pahit mirip karbon.
Di hari keenam saya dirawat, dokter menyatakan saya boleh pulang. Waah senang sekali rasanya bisa kembali beraktivitas
Terima kasih Tuhan, Mamma, dan semua keluarga yang sudah saya repotkan.
Ternyata kesehatan itu sangat berharga.. hiks


IB.CAKRA