Kapan Mengenalkan Video Game ke Anak?
Sep
03
2007
Bermain video game memang menyenangkan. Selain menghibur, mesin game itu juga mampu mengajak kita berfantasi dan berimajinasi. Namun, jangan terburu-buru mengenalkan video game ke anak-anak meski harganya kini sudah relatif terjangkau. Apa sebab?
Anak-anak memiliki kebebasan untuk bermain dan mengembangkan emosinya. Jangan biarkan anak terlampau larut di depan satu kegiatan saja. Berkenalan dengan teman baru, sepupu jauh, bermain musik, ataupun mengenal permainan tradisional, jauh lebih menyenangkan dan bermanfaat bagi jiwa sosial serta kestabilan emosi anak ketimbang video game.
Anak yang terlanjur mengenal video game di rentang usia empat hingga tujuh tahun cenderung mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosinya. Mereka umumnya menjadi egois dan tak mau unjuk diri. Pada usia tersebut adalah tepat mengajak anak untuk mengetahui karakter dirinya, mengembangkan minat, dan mempelajari hal-hal baru.
Saat ini banyak kios penyewaan video game hadir hingga pelosok desa. Bukan tak mungkin si kecil diajak oleh teman-temannya untuk bermain disana sepulang sekolah. Sebagai orang tua, sebaiknya kita usah serta-merta melarang si kecil untuk bermain game apalagi menjauhi si kecil dari temannya. Berikan pengertian yang cukup kepada anak untuk membatasi waktunya di depan game. Apakah itu seminggu sekali atau harus bersama ditemani orangtua.
Menghadiahi si kecil mesin game pun bukan termasuk ide yang baik. Apalagi bagi anak yang orangtuanya memiliki kesibukan padat diluar rumah. Anak-anak bisa kesulitan dalam mengatur jam belajar dan tidurnya. Alternatif lainnya, orang tua bisa memberi anak hadiah berupa komputer sederhana. Selain memiliki kemampuan dalam hal edukasi yang lebih tinggi, akses si kecil juga bisa diawasi dan dikontrol. Usia 11 tahun merupakan usia yang tepat untuk mengenalkan piranti elektronik ini kepada anak.
Jika si kecil merengek-rengek minta dibelikan sebuah hadiah. Cobalah untuk memberinya alat musik. Dan tunda dulu keinginan untuk memberinya video game
Anak yang terlanjur mengenal video game di rentang usia empat hingga tujuh tahun cenderung mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosinya. Mereka umumnya menjadi egois dan tak mau unjuk diri. Pada usia tersebut adalah tepat mengajak anak untuk mengetahui karakter dirinya, mengembangkan minat, dan mempelajari hal-hal baru.
Saat ini banyak kios penyewaan video game hadir hingga pelosok desa. Bukan tak mungkin si kecil diajak oleh teman-temannya untuk bermain disana sepulang sekolah. Sebagai orang tua, sebaiknya kita usah serta-merta melarang si kecil untuk bermain game apalagi menjauhi si kecil dari temannya. Berikan pengertian yang cukup kepada anak untuk membatasi waktunya di depan game. Apakah itu seminggu sekali atau harus bersama ditemani orangtua.
Menghadiahi si kecil mesin game pun bukan termasuk ide yang baik. Apalagi bagi anak yang orangtuanya memiliki kesibukan padat diluar rumah. Anak-anak bisa kesulitan dalam mengatur jam belajar dan tidurnya. Alternatif lainnya, orang tua bisa memberi anak hadiah berupa komputer sederhana. Selain memiliki kemampuan dalam hal edukasi yang lebih tinggi, akses si kecil juga bisa diawasi dan dikontrol. Usia 11 tahun merupakan usia yang tepat untuk mengenalkan piranti elektronik ini kepada anak.
Jika si kecil merengek-rengek minta dibelikan sebuah hadiah. Cobalah untuk memberinya alat musik. Dan tunda dulu keinginan untuk memberinya video game


Visien
eh malah dikenalin internet =))