- « Next
- 1
- Prev »
Menangkis Klien Rewel dengan Kontrak
Mau kiamat deh rasanya kalo berhadapan ama annoying client alias klien yang bawelnya ndak ketulungan. Beberapa bulan lalu saya juga ketemu kasus seorang klien yang meminta revisi tiada henti. Beruntung saya punya tameng yang namanya kontrak kerja. Sebab kalo tidak segera diatasi dengan baik, bisa-bisa waktu efektif kita terkuras untuk menangani satu klien saja.
Terkadang kita harus bisa tegas ngadepin klien tipe ini. Karena selain keinginannya nggak jelas, juga berpotensi rewel di kemudian hari.
Malah, saat ini ada rekan saya mengalami nasib serupa. Revisi tiada henti, dan parahnya, deposit pun belum dibayarkan. Tapi di satu sisi, rekan saya juga salah langkah; Ia tidak membuat kontrak sebelumnya. Jadi dalam situasi begini, lebih baik di-outsource ke pihak lain atau langsung give-up saja, sebelum jadwal pekerjaan kita yang lain menjadi amburadul.
Revisi berkali-kali itu wajar dan bukan berarti pekerjaan kita buruk. Tapi kalo udah sampai tahap "tiada henti", pasti ada yang salah. Seorang kawan saya berpendapat:
- « Next
- 1
- Prev »

